Div Kebidanan Medan
sejarah terbentuk jurusan kebidanan D-IV

Program Studi D-IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan, merupakan bagian pengembangan dari Jurusan D-III Kebidanan yang telah berdiri sejak tahun 1997. Pada tahun 2006 telah dibentuk D-IV bidan pendidik dengan surat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.03.2.4.1.00912 berdasarkan kebutuhan user dari pendidikan swasta sampai tahun 2014. Tahun 2014 D-IV bidan pendidik berubah nama menjadi D-IV Kebidanan Medan dengan SK Nomor 355/E/O/2012.

Program Studi D-IVKebidanan Medan merupakan pendidikan tinggi yang diharapkan memegang posisi terdepan, dan menjadi pelopor pembaharuan serta rujukan dalam disiplin ilmu Kebidanan yang menghasilkan Ahli Madya Kebidanan, yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional.Program Studi D-IVKebidanan senantiasa berpegang teguh kepada nilai-nilai kebenaran hakiki dan universal, keilmuan, kebebasan mimbar dan kebebasan akademik; keadilan, demokrasi, hak asasi manusia, taat hukum, menghargai kemajemukan dan kemitraan, edukatif, ilmiah, dan religius.

Pada rumusan visi Program Studi D-IV Kebidanan ditetapkan, dalam kurun waktu 5 tahun mendatang harus menjadi bidan yang unggul, tanggap dan bergerak maju memenuhi kebutuhan tenaga Bidan profesional berstandar nasional dengan wawasan hypnotherapy menuju masyarakat sehat yang mandiri pada tahun 2024.Pengembangan Program Studi D-IV dilandasi oleh penelitian dan inovasi yang diarahkan pada pengembangan mutu dan secara total didukung oleh sarana dan prasarana yang memenuhi standar, serta sistem manajemen yang handal. Penerapan sistem informasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dengan didukung oleh jaringan kerja sama dan kemitraan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, sehingga memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif secara nasional dan regional.

Program Studi D-IVKebidanan mengemban misi Mengembangkan budaya mutu sebagai spirit dalam proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, meningkatkan pendayagunaan SDM melalui peningkatan budaya kerja professional, berperan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui kemitraan lintas program dan lintas sektoral, mengembangkan Jurusan Kebidanan menjadi pusat rujukan pendidikan kebidanan di Sumatera Utara dan menginisiasi kemampuan hypnotherapy dalam bidang praktik kebidanan.

Program Studi D-IV Kebidanan bertujuan menghasilkan bidan yang berkualitas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berupa lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan 4 dan kompetensi sebagai praktisi profesional di bidang Kebidanan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendorong pengembangan budaya hidup sehat masyarakat, mempunyai kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan konsep pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah dan terciptanya budaya kerja dengan menampilkan performa professional dan mutu yang tinggi dalam atmosfir akademik yang kondusif.

Mahasiswa merupakan komponen penting pada Program Studi D-IV Kebidanan.Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan diri dan mandiri dalam mengambil keputusan akademik secara profesional, kreatif, inovatif dan antisipatif.Mahasiswa diharapkan untuk selalu berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun kegiatan kemahasiswaan.Pada saat ini jumlah mahasiswa Program Studi D-IV Kebidanan mencapai 232 mahasiswa.Pembinaan mahasiswa dilakukan melalui program pendidikan kepemimpinan mahasiswa sebagai kader intelektual bangsa, program pengembangan bakat, minat dan nalar mahasiswa serta pembinaan organisasi mahasiswa sesuai dengan dinamika perubahan nasional dan regional.

Saat ini Program Studi D-IV Kebidanan memiliki 17orang dosen tetap dengan kualifikasi pendidikan S2 = 17orang (100%) dan dosen tidak tetap 6orang terdiri atas 5 orang S2, dan 1 orang Spesialis Kebidanan (setara S2). Secara akademik, dosen D-IV Kebidanan sebagian besar terdiri atas dosen dengan bidang keahlian yang sesuai dengan Program Studi D-IV yaitu Kebidanan dan beberapa orang dengan latar belakang pendidikan Perawat dan juga dosen tidak tetap yang sesuai dengan bidang keahliannya. Keragaman kepakaran ini akan saling menguatkan dalam mengembangkan Program Studi D-IV Kebidanan.

Kurikulum D-IV Kebidanan disusun berdasarkan IPTEK dengan mengacu pada kompetensi inti bidan Indonesia yang ditetapkan oleh IBI dan Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan tahun 2014, yang dikelompokkan menjadi 7 kelompok kompetensi dan dijabarkan dalam tujuan pendidikan disesuaikan dengan kelompok mata kuliah yang diatur dalam SK Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan N0: DM.0104/00/01.01/2016 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar. Beban studi sebanyak 144 SKS yang terdiri dari teori 59 SKS (40,9%), Praktikum dan klinik 54 SKS (59%). Untuk memenuhi beban 144 SKS maka 31 SKS merupakan klinik.Kurikulum D-IV Kebidanan dirancang untuk delapan semester dengan total 144 sks yang terdiri dari MKWU, MKWP.

Fasilitas pembelajaran memiliki fungsi strategis dalam proses belajar mengajar dengan peran yang jelas yaitu untuk mendukung terciptanya suasana yang produktif dan untuk menempatkan efektivitas proses dan hasil belajar Poltekes Medan khususnya Program Studi D-IV Kebidanan memiliki sarana yang cukup baik, berupa ruang kuliah, ruang dosen, laboratorium, perpustakaan, fasilitas kegiatan kemahasiswaan, dan lain-lain. Pada saat ini kampus, dan fasilitas cukup memadai untuk Prodi D-IV Kebidanan.

Sumber keuangan Program Studi D-IV Kebidanan berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) dan rupiah murni (RM) Politekenik Kesehatan. Medan. Setiap program kerja/kegiatan yang direncanakan dibuat rancangan anggaran pengeluaran dengan persetujuan Direktur, kemudian didiskusikan dengan pihak Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan. Setelah disetujui oleh pimpinan rancangan anggaran tersebut menjadi pengeluaran diperuntukkan membiayai pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dan pengembangan fasilitas pendidikan Akademik.

Sistem tata pamong di Jurusan Kebidanan Medan disepakati bersama di Jurusan Kebidanan Medan maupun di Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes.Oleh karena itu dalam pelaksanannya dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur fungsi dan peran dalam Jurusan Kebidanan yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.

Program Studi D-IV. Kebidanan Medan senantiasa berupaya untuk memberdayakan sumber daya yang bermutu tinggi dalam rangka memberikan kontribusi terhadap peningkatan daya saing bangsa.Mahasiswa dipacu untuk mampu mengembangkan kapabilitas intelektual dan emosional sehingga dapat menjadi warga Negara yang bertanggung jawab dan mampu bersaing digelanggang kehidupan dengan memenuhi kriteria akuntabilitas publik.

Program pembelajaran dikembangkan dan diselenggarakan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan agama.Isi dan program pendidikan diselaraskan dengan perkembangan IMTAQ dan IPTEK, tanpa mengabaikan budaya bangsa. Program pendidikan dikembangkan dan dikelola dalam suasana pedagogis akademik dan organisasi kelembagaan yang sehat, otonom, akuntabel dengan memanfaatkan evaluasi diri sebagai alat manajemen baku mutu regional dan nasional sebagai acuan upaya penjaminan mutu internal dan eksternal. Kehidupan kampus dalam lingkup Program Studi D-IV Kebidanan diwarnai iklim akademik yang tinggi ditandai dengan berbagai kegiatan akademik berupa seminar, pertemuan dan diskusi ilmiah antar kelompok mahasiswa, dan dosen.

DAFTAR DOSEN YANG MENGAJAR
Betty Mangkuji,SST, M.Keb
196609101994032001
Melva , SST, M.Kes
196104231986032003
Efendi Sianturi, SKM, M.Kes
196607161998031003
Yusniar Siregar SST, M.Kes
196707081990032001